Oleh: Mukhlis Ahsya
Ingat wajah usang di sana
Menyabetkan mimpi di ujung kematian
Menghibur jiwa, membohongi kepanikan
Dari lidah yang dipaksa
Meluncur kata, kami menang
Terdengar seperti lelucon negeri dongeng
Tak mungkin…
Mati itu kalah
Mimpi renta itu semakin usang
Kalah, kalah, dan kalah
Walau jalan terbuka nan terang
Tapi si muda enggan melangkah
Generasi omong kosong
Semua kosong
Hanya omong membahana
Berteriak-teriak dalam gelanggang gila
Kami pahlawan, kami pahlawan!!!
Dan, kosong……………….
No comments:
Post a Comment