Thursday, October 6, 2016

"Tetap Berhitung"

Oleh: Mukhlis Ahsya

Bila terbentang waktu yang lebih panjang lagi, tentulah kutetap menunggu
Berdiam hati di rindangnya pohon rindu
Berhitung sejak pertama kali daun jatuh
Mengumpulkan embun-embun sejuk dari setiap lembar-lembarnya

Berselimutkan angin pagi, siang, dan petang
Bersinarkan rembulan yang berjajarkan bintang-bintang
Bersembunyi dalam gulita
Melangkah di pintu fajar
Menguap bersama terik
Termenung di bawah langit keemasan
Lalu ditelan malam, hilang

Biar saja waktu semakin memanjang
Aku kan tetap di sini
Dalam ketiadaan
Tetap berhitung
Hingga daun-daun rindu habis
Dan aku benar-benar tiada

No comments:

Post a Comment