Tuesday, July 10, 2018
Menyusuri Lembah Pelangi
Gak ada kata capek untuk para petualang itu bohong. Nyatanya kami capek. Hanya saja capeknya itu keren, fantastis deh.
Minggu, 08 Juli 2018 aku bersama lima orang teman berangkat menuju Ulu Belu. Kami berangkat teNamun pukul 17.30 dari Metro dengan tujuan utama Air Terjun Pelangi, Pekon Ngarip, Ulu Belu, Tanggamus.
Di dekat Bandara Radin Intan II kami mampir untuk menunaikan salat magrib. Karena bagi kami jalan-jalan sampai lupa ibadah itu adalah kepalsuan. Karena tujuan dari perjalanan bukan sekedar wisata, tapi untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah.
Dengan tiga sepeda motor, kami melanjutkan perjalanan dan di Gedung Tataan, Pesawaran, kami mampi lagi untuk makan. Jalan-jalan juga jangan sampai lupa makan. Bahaya.
Setelah melewati Pesawaran dan Pringsewu, kami akhirnya disambut dengan tulisan 'Selamat Datang di Kabupaten Tanggamus'. Meski sudah sampai Tanggamus, namun tempat tujuan kami masih jauh. Uniknya di perjalanan ini tidak ada satupun di antara kami berenam yang pernah ke Ulu Belu. Modal kami hanya google map dan tanya-tanya orang.
Memasuki daerah Gisting kami memutuskan untuk istirahat sebentar di Rest Area Tanggamus. Meregangkan otot sambil menikmati bandrek. Hanya saja kami disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan oleh tukang parkir. Alasannya untuk berhati-hati karena kondisi sudah malam. Kami pun setuju untuk bermalam di Rest Area dan melanjutkan perjalanan selepas subuh.
Esoknya setelah sarapan dan jalan-jalan di lorong pasar Gisting, kami melanjutkan perjalanan. Meninggalkan daerah Gisting membuat kami mengerti mengapa kami dilarang melanjutkan perjalanan malam-malam. Ternyata jalanan menuju Ulu Belu semacam jalanan pegunungan. Meliuk-liuk dan sepi. Namun hal tersebut merupakan bonus karena di sepanjang perjalanan mata kami disajikan pemandangan yang sangat indah.
Sebelum ke lokasi wisata, kami mampir di masjid Nurul Iman, Pekon Datarajan, Ulu Belu. Masjidnya sangat indah dan bersih. Di teras masjid difasilitasi dispenser, gula, kopi, dan teh. Artinya boleh bikin minum gratis.
Setelah istirahat beberapa saat, kami melanjutkan perjalanan menuju ke air terjun pelangi. Tapi karena masih pagi, kami jalan-jalan dulu melihat Pertamina Geothermal Energy atau lebih dikenal Pertamina Uap. Pemandangan lembah, saluran panjang, pohon, asap, dan kabut pagi benar-benar memanjakan hati. Jalan yang meliuk-liuk menambah sensasi perjalanan.
Puas di Pertamina Uap, kami meluncur menuju air terjun. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit kami pun sampai. Namun, sayangnya karena hari Senin, tempat wisata yang sedang naik daun itu sepi. Bahkan penjaganya saja belum datang.
Menuruni lembah pelangi kami disambut dengan suara-suara binatang yang bersahutan. Panorama kebun kopi membuat semangat semakin menjadi.
Akhirnya kami mendengar suara air yang begitu keras. Dan sekejap mata kami takjub dengan apa yang ada di depan kami, air terjun pelangi...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment